1. Menghindar
Gejalanya: Lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan, kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya: Realitas
Cara: Berhentilah
menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah
sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan
merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan
setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala
sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.
2. Ketakutan
3. Egois
Gejalanya: Materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya: Bersikap sosial
Cara: Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.
4. Stagnasi
5. Rendah diri
Gejalanya: Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya: Keyakinan diri
Cara: Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah.
Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan
separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat
kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.
6. Narsis
Gejalanya: Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya: Rendah hati
Cara: Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia.
Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya
mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita
raih.
7. Mengasihani diri
8. Sikap bermalas-malasan
9. Sikap tidak toleran
Gejalanya: Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.Antibodinya: Kontrol diri Cara: Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dengan keberagaman kultur dan agama.
10. Kebencian
Sumber